Kamis, 19 Juni 2014

✎ Yang Tak Pernah Tergapai

28 January 2013

28 Januari 2013 pukul 19:29

Untukmu Yang Tak Pernah Tergapai...
Akan lebih menyakitkan jika aku terus berada disampingmu,
karena setiap sikap hanya membuatmu luka..

Untukmu Yang Tak Pernah Tergapai...
Hanya inginkan yang terbaik untuk mu,
Realitas kehidupan yang harus di jalani.. bahwa untuk segala sesuatu, untuk apapun di bawah langit ada masanya
Untukmu Yang Tak Pernah Tergapai...
Apapun yang telah terlewati, untuk apapun yang telah terjalani aku tak pernah menyesal..
meski untuk hal yang tak pernah ingin aku alami sekalipun aku bersyukur atas itu.



Untukmu Yang Tak Pernah Tergapai...
semoga kelak ada pemersatu

✎ Redha

Redha

22 Mei 2013 pukul 11:29
Allah Yang Maha kekal,
hamba mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik
Pergumulan ini mengajarkanku untuk hidup makin dekat kepadaMu,
Agar hamba lebih peka terhadap suaraMu...Ya Rabb

Ajarkan hamba tentang Redha,
menjalani segala takdirMu dengan selalu berprasangka baik.
Ya Allah..
bila hamba meragu atas kuasaMu, atas kesombongan hamba..
Ya Allah Ya Rabb..
pemilik ampunan yang tiada ada batasnya, ampuni segala perilaku hamba yang salah, perilaku hamba yang ingkar terhadap kasihMu.

Ya Rabb..
Begitu sedih hati hamba akan jalan yang Kau perlihatkan,
jalan dimana hamba mendapatkan kenyataan yang tak sejalan dengan keinginan dan harapan hamba akan cinta kasih dari seorang yang hamba muliakan.
Ya Rabb..
sebagai ciptaanMu hamba mohon maaf, atas cinta kasih hamba yang melampauiMu,
cinta kasih hamba yang berlebih terhadap sesama ciptaanMu,
Inilah cinta kasih yang Kau Ridhai, sebagaimana hamba Ridha akan segala takdirMu.
Bahwa ada kalanya hamba harus rela akan kenyataan yang ada,
Ya Rabb...
Muliakanlah hidupnya..orang yang sangat hamba kasihi sebagai ciptaanMu,
Jadikanlah kehidupannya selalu dalam lindungan dan kasih karuniaMu
Berikan Ia berkat.. berkat yang dapat mendekatkannya selalu pada hatiMu.
Lindungi Ia agar senantiasa sehat dan bugar.

Ya Rabb...

✎ August, 07 2012

August, 07 2012

7 Agustus 2012 pukul 15:44
Kapas yang terlunta menunggu datangnya kepastian,
mustahil, that impossible..
peraduan mana yang akan "kau" singgahi ?
sedangkan angin selalu membawamu
tidakkah kau sadar?
menyadari siapa dirimu?
kau hanyalah kapas.
yang tak berharga,,

Siapa yang akan memintamu untuk tinggal.
kau hanya bisa membebaskan dirimu.
orang tak akan menganggapmu..
bahkan saat kau ingin sejenak "berteduh"
angin tak membiarkanmu..

Sampai kapan Kau akan memberiku pencobaan seperti ini Tuhan,
tidakkah Kau lihat wajah lelahku..
tidakkah kau lihat keyakinanku memudar,

Sungguh lelah.. lelah aku bertahan untuknya,
berkali kali jatuh..
berkali kali bangkit,
berkali kali aku sembuhkan luka demi luka karena mencintainya.
pengorbanan...
tidakkah Kau menyebutnya demikian Tuhan,
Sampai kapan Kau menginginkanku bertahan seperti ini..


Aloen
you should hear what i feel, and feel what i say....