Mungkin sebaiknya aku diam, atau sebaiknya bicara tanpa suara.
Mungkin sebaiknya aku tak perlu punya hati, ketimbang ia terus-terusan nyeri.
Mungkin sebaiknya aku tak berharap, sebelum waktu membunuhku perlahan.
Atau mungkin aku sisihkan saja berbagai kemungkinan-kemungkinan yang melukaiku ini.
Atau mungkin..
Ah, aku terlalu banyak berharap pada kemungkinan.
Aku yang mulai kesal dengan diriku sendiri ataukah..
Ah, bodoh kamu yuli !
Terlalu bersimpati lalu mereka mengambil hatimu begitu saja dan kemudian mematahkannya.
Mematahkannya berkali-kali..
Kau tak lelah? Dirimu tak lelah? Hatimu tak lelah?
Bahagiakan dirimu yuli !
Kamu harus bahagia, atau setidaknya kamu juga bisa bahagia..
Bukankah begitu? Atau aku salah
Rabu, 31 Juli 2013
Lalu, bagaimana bisa kita menua bersama ?
Bukankah usia hanya sebatas bentangan angka,
Lalu, mana yang tidak bisa?
Oh, iya masalahnya adalah kamu yang telah termiliki
Lalu, bagaimana bisa kita menua bersama ?
Ataukah aku yang berambisi untuk termiliki dan menua bersamamu, sedang kau telah bersama-sama menua bersamanya.
Ohh Tuhan....
**
Cara Mu menghadirkan rasa ini sungguh membuatku ngilu
Rajutan demi rajutan aku selesaikan di tiap sepertigaan malam..
Ritme-ritme acoustic lirik samar-samar aku dendangkan tapi Tuhan...upayaku tak mampu menyikut teguhnya debu kenyataan.
Lalu, bagaimana bisa kita menua bersama ?
**
Ini...yang dunia anggap air mata, ini pula yang aku anggap sebagai doa, dzikir sunyiku...
cintaku yang tiada henti-hentinya tercurah demi sebuah pinta yang tak mungkin terijabah.
Lalu, kenapa Kau menghadirkan rasa pada orang yang telah termiliki dan tak mungkin aku miliki Tuhan ?
Sedang hidupku telah ia miliki dan tak mungkin terambil lagi.
**
Sepertiga malam adalah nyanyian rinduku, bulir-bulir doa dengan timbunan rasa,
pantaskah aku berdalih berlindung dalam selimut cinta dan mengatas namakannya?
Atas debu kenyataan yang melebur menjadi samar-samar bulir embun dan air mata ini.
Lalu, bagaimana bisa kita menua bersama ?
Jarum ini tajam, Yah..benar saja memang tajam
namun hanya sepersekian detik berhasil menyakitiku, Sedang rasa ini..Ohh,
Tumpulkah atau amat tajamkah melukai relung hati dengan teramat tanpa henti
atau memang belum saatnya...
Lalu, mana yang tidak bisa?
Oh, iya masalahnya adalah kamu yang telah termiliki
Lalu, bagaimana bisa kita menua bersama ?
Ataukah aku yang berambisi untuk termiliki dan menua bersamamu, sedang kau telah bersama-sama menua bersamanya.
Ohh Tuhan....
**
Cara Mu menghadirkan rasa ini sungguh membuatku ngilu
Rajutan demi rajutan aku selesaikan di tiap sepertigaan malam..
Ritme-ritme acoustic lirik samar-samar aku dendangkan tapi Tuhan...upayaku tak mampu menyikut teguhnya debu kenyataan.
Lalu, bagaimana bisa kita menua bersama ?
**
Ini...yang dunia anggap air mata, ini pula yang aku anggap sebagai doa, dzikir sunyiku...
cintaku yang tiada henti-hentinya tercurah demi sebuah pinta yang tak mungkin terijabah.
Lalu, kenapa Kau menghadirkan rasa pada orang yang telah termiliki dan tak mungkin aku miliki Tuhan ?
Sedang hidupku telah ia miliki dan tak mungkin terambil lagi.
**
Sepertiga malam adalah nyanyian rinduku, bulir-bulir doa dengan timbunan rasa,
pantaskah aku berdalih berlindung dalam selimut cinta dan mengatas namakannya?
Atas debu kenyataan yang melebur menjadi samar-samar bulir embun dan air mata ini.
Lalu, bagaimana bisa kita menua bersama ?
Jarum ini tajam, Yah..benar saja memang tajam
namun hanya sepersekian detik berhasil menyakitiku, Sedang rasa ini..Ohh,
Tumpulkah atau amat tajamkah melukai relung hati dengan teramat tanpa henti
atau memang belum saatnya...
Kamis, 25 Juli 2013
30 Years later for me
"I'll live 30 years later for you..."
"I'll live 30 years later for you..."
Tuhan selalu mengijabahi setiap doa, namun aku harap bisa lebih..
atau biarkan aku yang lebih dulu terbaring di dalam pelukanmu,
setidaknya aku tidak akan tersiksa.
Biarkan aku memutih bersamamu...
Biarkan aku melemah bersamamu...
Lihatlah dahulu rambutku yang mulai memutih,
Sama bukan...
Jadi Tuhan, Biarkan aku menua bersamanya
"I'll live 30 years later for you..."
Tuhan selalu mengijabahi setiap doa, namun aku harap bisa lebih..
atau biarkan aku yang lebih dulu terbaring di dalam pelukanmu,
setidaknya aku tidak akan tersiksa.
Biarkan aku memutih bersamamu...
Biarkan aku melemah bersamamu...
Lihatlah dahulu rambutku yang mulai memutih,
Sama bukan...
Jadi Tuhan, Biarkan aku menua bersamanya
Selasa, 23 Juli 2013
With dek dita
I always want to keep every moment.. I know one day I'll not be able to remember clearly,
then I'll look at each photo and allow my heart to be tell about memories
then I'll look at each photo and allow my heart to be tell about memories
Aku Redha…
Allah Yang Maha kekal,
hamba mengerti bahwa Engkau
senantiasa memberikan yang terbaik.
Pergumulan ini mengajarkanku untuk
hidup makin dekat kepadaMu,
Agar hamba lebih peka terhadap
suaraMu...
***
Ya Rabb
Ajarkan hamba tentang Redha,
menjalani segala takdirMu dengan
selalu berprasangka baik.
***
Ya Allah..
bila hamba meragu atas kuasaMu, atas
kesombongan hamba..
Ya Allah Ya Rabb..pemilik ampunan
yang tiada ada batasnya,
ampuni segala perilaku hamba yang
salah,
perilaku hamba yang ingkar terhadap
kasihMu.
***
Ya Rabb..
Begitu sedih hati hamba akan jalan
yang Kau perlihatkan,
jalan dimana hamba mendapatkan
kenyataan yang tak sejalan dengan keinginan dan harapan hamba akan cinta kasih
dari seorang yang hamba muliakan.
***
Ya Rabb..
sebagai ciptaanMu hamba mohon maaf,
atas cinta kasih hamba yang melampauiMu,
cinta kasih hamba yang berlebih
terhadap sesama ciptaanMu,
Inilah cinta kasih yang Kau Ridhai,
sebagaimana hamba Ridha akan segala takdirMu.
Bahwa ada kalanya hamba harus rela
akan kenyataan yang ada,
***
Ya Rabb...
Muliakanlah hidupnya..
orang yang sangat hamba kasihi
sebagai ciptaanMu,
Jadikanlah kehidupannya selalu dalam
lindungan dan kasih karuniaMu
Berikan ia berkat.. berkat yang
dapat mendekatkannya selalu pada hatiMu.
Lindungi ia agar senantiasa sehat
dan bugar.
***
Ya Rabb...
Sesungguhnya Engkau selalu
mengijabahi setiap doa
"Mereka" membatasiku
Ya Rabbul izzati..
kenapa Kau menghadirkan rasa seperti ini disetiap sepertiga malamku.
Mataku hampir tak pernah dapat terpejam.
Ohh Tuhan rasanya sakit, ngilu dan perih.
Rasanya aku tak sanggup terjaga.
Seribu kali aku bersenandung memohon kepada-Mu agar waktuku bersamanya kau perpanjang
tapi..seribu kali juga Kau menampiknya
***
Ohh Tuhan..
Aku mengerti, aku paham
Dia milik mereka
merekalah yang memilikinya
lalu aku hanya bagian kecil cahaya yang sinarnya terbatas
aku dibatasi menit dan jam kemudian hari.
mereka yang membatasiku.
Kalian yang tak pernah terlahir
Kadang ingin murka kepada waktu
kenapa mereka tidak di beri kesempatan untuk terlahir.
Bukankah berkali-kali aku minta kepada-Mu agar Kau memberikanku kuasa
Kuasa agar aku dapat mempertahankan buah hatiku yang sekali lagi tak "terlahir"
Ohh Tuhan...
Kau membiarkankanku hidup sekarang, seperti ini... sedangkan Kau tahu jiwaku sudah ikut pergi bersama mereka .. yang tak pernah terlahir.
Sekarang mereka ada didekat-Mu dan Kau biarkan aku disini menangisi mereka.
Bahkan Kau tidak memberikanku waktu sedikitpun untuk menjaga mereka lebih lama lagi di dalam tubuhku.
Seandainya..
Jika waktu itu Kau memberikanku sedikit kuasa saja mungkin aku tidak akan hidup dalam kematian seperti ini. Mereka saja boleh hidup...kenapa anakku tidak......
Untukmu buah hati yang tak pernah terlahir.
24 Maret 12 - 02 Maret 13
forgive your mother's fault, sorry for who has never been born
Senin, 22 Juli 2013
Langganan:
Postingan (Atom)






























,+140rb.jpg.jpg)


















