Mungkin sebaiknya aku diam, atau sebaiknya bicara tanpa suara.
Mungkin sebaiknya aku tak perlu punya hati, ketimbang ia terus-terusan nyeri.
Mungkin sebaiknya aku tak berharap, sebelum waktu membunuhku perlahan.
Atau mungkin aku sisihkan saja berbagai kemungkinan-kemungkinan yang melukaiku ini.
Atau mungkin..
Ah, aku terlalu banyak berharap pada kemungkinan.
Aku yang mulai kesal dengan diriku sendiri ataukah..
Ah, bodoh kamu yuli !
Terlalu bersimpati lalu mereka mengambil hatimu begitu saja dan kemudian mematahkannya.
Mematahkannya berkali-kali..
Kau tak lelah? Dirimu tak lelah? Hatimu tak lelah?
Bahagiakan dirimu yuli !
Kamu harus bahagia, atau setidaknya kamu juga bisa bahagia..
Bukankah begitu? Atau aku salah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar