Rabu, 28 Agustus 2013

Bagaimana caraku bersyukur

Bohong jika aku tak cemburu saat mereka kau bicarakan..
Mereka yang "boleh" kau besarkan lalu kau banggakan, anak-anakmu....
dan mereka yang tak kau ijinkan untuk terlahir, kemudian kau mengabarkan mereka kepada telingaku


Katamu nanti aku bagaimana, hiidupku bagaimana, ah.. itu sudah cukup untuk mengiris-irisku
Aku memang tak punya kuasa seperti wanitamu, pantas kau tak inginkan aku menjadi bagianmu
Lalu apa yang bisa aku syukuri...
Mereka yang 'berhasil' tak terlahirkan atau kehidupanku yang katanya 'aman'

Bagaimana caraku bersyukur..
Untuk nafas yang masih kupeluk ?
Untuk kebahagiaanku bertahan ?
Ataukah untuk kalian yang berhasil aku 'singkirkan'
Bagian mana yang bisa aku syukuri...

Kau tak percaya janjiku, bahwa aku akan memantaskan diri untukmu.

-yuli murwat-

Rabu, 21 Agustus 2013

Semoga suatu saat kau mengerti kebahagiaanku

Aku palingkan wajah ini agar kau tak menyaksikan tragedi bulir-bulir hangat yang berjatuhan dari kelopak intim mataku.
Aku yang telah lebih dulu terbahagiakan oleh kehadiranmu
sayang..
Andai kau mengerti tanpa perlu aku bercerita
Aku ingin membahagiakanmu seperti apa yang kau berikan selama ini..
Sayangku...
Aku ingin membahagiakanmu..
Biarlah aku..wanita yang sangat mengasihimu mengukir pelangi kebahagiaan diatas hatimu

Semoga suatu saat kau mengerti kebahagiaanku
Saat kamu benar-benar menggandengku dengan kedua tanganmu, bukan hanya sebelah tanganmu yang menggandengku kemudian tangan lain menggandeng orang lain


Kebahagiaanku adalah menghabiskan waktuku berada disampingmu
Kebahagiaanku adalah kamu, laki-laki kuat yang sangat aku banggakan dengan adanya dirimu, segala kurang dan lebihmu
Kamu adalah awal dan akhir bagi perjalanan hati ini
Meski terlalu siang aku mengumandangkannya tapi itu benar,
Semoga suatu saat kau mengerti kebahagiaanku
Tanpa aku bersuara sekalipun...

Senin, 19 Agustus 2013

Bukankah hidupku sudah kau ambil...

Apakah aku bodoh, atau orang menanggapku terlalu lemah atau apakah
Seseorang yang katanya mencintaiku memperlakukanku "serendah" itu...
Seseorang yang telah mengambil segalanya dariku tanpa menyisakan apapun yang dapat aku banggakan kelak, luka dalam hingga tak dapat aku rasakan lagi sakitnya.

Kau bisa saja datang lalu kemudian pergi sesukamu,
Hari menggebu-gebu merindukanku lalu esok kau tak tampak,
Aku bisa apa jika kau saja sudah begitu...
Bukankah hidupku sudah kau ambil...Hidupku telah terambil olehmu

Lalu bagaimana hatiku?
Apakabarnya hidupku itu?
Apakah aku sampah sekarang Tuhan,
karena aku hanya bisa diam dan tidak mampu berpindah..Jangankan hatiku yang berubah untuk orang lain, ragaku saja enggan untuk beralih pergi dari orang yang katanya telah 'mengambil mahkotaku'..Hingga detik ini atau bahkan selamanya !
Aku menutup diriku pada kasih seseorang dan menikmati setiap goresan demi goresan luka
Ku kira aku adalah bunga layu yang enggan meninggalkan si kumbang meski telah berkali-kali terambil madunya.

Tak ada seorang wanitapun yang menginginkan "mahkotanya" terambil sebelum waktunya.


Jika bagian tubuhku telah terisi akan cinta apa kau akan memvonisku ?

Mungkin mati ditempat orang yang dicintai jauh lebih baik,
ataukah mati ditempat orang yang mencintai justru jauh lebih baik..

Jika bagian tubuhku telah terisi akan cinta apa kau akan mengetuk palumu dan memvonisku mati...
Bukankah tidak ada kesempurnaan yang melekat pada tiap manusia ciptaan-Nya Sang Maha Agung

tapi menjadikan dirimu sendiri hakim,
melaknatku lalu meludahiku....
Jika bagian tubuhku telah terisi akan cinta apa kau masih akan memvonisku ?

Seandainyapun diriku ini nahkoda atas segala massa,
akan aku larang hati busukku bertaut rasa dengan hatinya dan terjatuh bersama-sama..
Masihkah berambisi menghakimiku
meludahiku lalu mengarakku pergi dari 'golongan" kalian

Ini bukan kebanggaan, bukan kegirangan yang bisa aku senandungkan dari pulau ke pulau
Ketidakmampuanku adalah cambuk urian luka yang harus aku rasakan sendiri perihnya pada tiap saat melucuti syaraf-syaraf nadiku

Yausudah..
Yasudahlah Tuhan, Toh, ini semua sudah dibawah kehendak-Mu
Sekalipun Kau melucutiku berkali-kali, untuk hal yang disangka aku tak mampu menanggungnya
Toh, akhirnya aku kuat juga bersahabat dengan semua kehendak-Mu yang Maha Indah :')