Mungkin mati ditempat orang yang dicintai jauh lebih baik,
ataukah mati ditempat orang yang mencintai justru jauh lebih baik..
Jika bagian tubuhku telah terisi akan cinta apa kau akan mengetuk palumu dan memvonisku mati...
Bukankah tidak ada kesempurnaan yang melekat pada tiap manusia ciptaan-Nya Sang Maha Agung
tapi menjadikan dirimu sendiri hakim,
melaknatku lalu meludahiku....
Jika bagian tubuhku telah terisi akan cinta apa kau masih akan memvonisku ?
Seandainyapun diriku ini nahkoda atas segala massa,
akan aku larang hati busukku bertaut rasa dengan hatinya dan terjatuh bersama-sama..
Masihkah berambisi menghakimiku
meludahiku lalu mengarakku pergi dari 'golongan" kalian
Ini bukan kebanggaan, bukan kegirangan yang bisa aku senandungkan dari pulau ke pulau
Ketidakmampuanku adalah cambuk urian luka yang harus aku rasakan sendiri perihnya pada tiap saat melucuti syaraf-syaraf nadiku
Yausudah..
Yasudahlah Tuhan, Toh, ini semua sudah dibawah kehendak-Mu
Sekalipun Kau melucutiku berkali-kali, untuk hal yang disangka aku tak mampu menanggungnya
Toh, akhirnya aku kuat juga bersahabat dengan semua kehendak-Mu yang Maha Indah :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar