Bohong jika aku tak cemburu saat mereka kau bicarakan..
Mereka yang "boleh" kau besarkan lalu kau banggakan, anak-anakmu....
dan mereka yang tak kau ijinkan untuk terlahir, kemudian kau mengabarkan mereka kepada telingaku
Katamu nanti aku bagaimana, hiidupku bagaimana, ah.. itu sudah cukup untuk mengiris-irisku
Aku memang tak punya kuasa seperti wanitamu, pantas kau tak inginkan aku menjadi bagianmu
Lalu apa yang bisa aku syukuri...
Mereka yang 'berhasil' tak terlahirkan atau kehidupanku yang katanya 'aman'
Bagaimana caraku bersyukur..
Untuk nafas yang masih kupeluk ?
Untuk kebahagiaanku bertahan ?
Ataukah untuk kalian yang berhasil aku 'singkirkan'
Bagian mana yang bisa aku syukuri...
Kau tak percaya janjiku, bahwa aku akan memantaskan diri untukmu.
-yuli murwat-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar